"Perpusnya bagus, koleksi lengkap, pokoknya nyaman deh di sana hehe."
Mungkin sebagian orang (apalagi yang belajar Ilmu Perpustakaan hehe... :v) tahu suatu instansi yang bernama Pusat Dokumentasi Ilmiah Indonesia - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII - LIPI). Ya, lembaga yang terletak di Jalan Gatot Subroto (sederet dengan Museum Satria Mandala) ini adalah lemabga yang mendokumentasikan suatu majalah dan jurnal dengan layanan ISSN. Tak hanya itu, lembaga ini juga menyediakan perpustakaan yang terbuka untuk umum. Sebenarnya saya melakukan kunjungan ini sekitar 2 bulan yang lalu dan itu yang kedua kalinya, tetapi tak ada salahnya untuk menyebarkan informasi ini agar PDII-LIPI menjadi banyak pengunjungnya :v
Sekilas Mengenai Dokumentasi
Ilmiah
PDII
LIPI memberi kemudahan untuk akses informasi ilmiah melalui pendokumentasian
ilmiah. Dokumentasi ilmiah merupakan suatu proses untuk mengabadikan suatu
proses serta hasil dari kegiatan ilmiah. Dokumentasi ilmiah dilakukan dengan
mengikuti perkembangan teknologi sekarang ini. Hal ini bisa dilakukan secara
elektronik atau secara digital. Penyebaran informasi dilakukan oleh lembaga
tersebut dengan produk penyaji informasi ilmiah yang dapat digunakan oleh
masyarakat luas. Masyarakat kini bisa mencari informasi ilmiah yang dibutuhkan
(menelusuri di perpustakaan). Menelusurinya adalah dengan cara menggunakan OPAC
lalu pergi ke rak buku. Sebagian adalah koleksi tertutup yang jika sangat
membutuhkan, haruslah di fotokopi informasinya. Hardcopy (Buku, dll) dikirim
via surat ke PDII LIPI, sedangkan softcopy melalui email.
ISSN
Dalam
mendokumentasikan suatu majalah atau jurnal PDII-LIPI difasilitasi dengan
layanan ISSN ( International Standard Serial Number ) yang dibentuk oleh pusat
dokumentasi yang berada di Paris,
Perancis, ISDS (Internasional Serial Data System) dan mulai digunaka n di Indonesia pada tahun 1970. ISSN diberikan
pada terbitan serial dari suatu majalah serta jurnal. Proses pemberian ISSN adalah
dengan cara datang langsung ke LIPI atau di websitenya (http://issn.lipi.go.id/). Dengan adanya ISSN akan mempermudah pencirian
suatu terbitan berkala serta mempermudah dalam sistem temu kembali informasi.
Perpustakaan
Ini dia topik utamanya yaitu perpustakaan LIPI. Menurut saya koleksi di sana lengkap karena sudah 2 kali saya ke sana lalu mencari informasi yang ingin saya peroleh dan informasi tersebut ada. Terdapat 3 lantai (3, 4, 5) di perpustakaan PDII
LIPI. Lantai 3 untuk koleksi tertutup, referensi (seperti bibliografi) serta
mengenai ilmu perpustakaan dan koleksi LIPI.
Di lantai 4 terdapat berbagai koleksi umum yang dapat dipinjam jika telah
menjadi anggota LIPI. Koleksi untuk anak juga terdapat di lantai 4. Laporan
penelitian, tesis, disertasi, dan majalah terdapat di lantai 5. Perpustakaan di
LIPI menggunakan OPAC (Online Public Access Cataloging). Menurut Saya perpustakaan di LIPI terasanya nyaman karena di dalamnya tidak panas. Pencahayaan di dalam ruangan koleksi juga pas, tidak kurang tidak lebih. Karena itu Sayapun menjadi lebih fokus ketika membaca koleksi di sana. Ketika masuk ke dalam ruang koleksi, Saya diperintahkan oleh satpam untuk menitipkan jaket serta tas saya. Keamanan di sana cukup ketat. Saat itu saya mengenakan tas pinggang, tetapi tas pinggang tetap tidak boleh dibawa (sebagian perpustakaan masih membolehkan pengunjung mengenakan tas pinggang) dengan alasan keamanan. Jika kita melakukan kunjungan misalkan kunjungan rombogan kuliah, salah satu orang akan diberikan kartu tamu dan menandatangani surat bertemu dengan orang yang bersangkutan. Akhir-akhir ini PDII-LIPI juga berencana akan memasang CCTV di dalam ruangan koleksi.
Jadi ayo kita berkunjung ke perpustakaan PDII-LIPI dan mengakses informasi di sana! :)
![]() |
| Bersama kepala PDII-LIPI, Ir. Sri Hartinah. M.Si. |

![]() |
| Salah satu tindakan Preservasi di PDII-LIPI |





Tidak ada komentar:
Posting Komentar