Rabu, 13 Januari 2016

Bersantai di Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

"Suasananya menurut gue enak bikin gue tambah seneng ke sini, koleksinya lengkap terutama yang di urutan nomor 400, terus ada kafetarinya hehe :v" Risna Ariana - Mahasiswa UPI jurusan Pendidikan Bahasa Inggris.

Selamat pagi semua, selamat beraktifitas! Kali ini saya akan sharing pengalaman saya ketika saya nongkrong di Perpustakaan UPI sekitar seminggu yang lalu. :v
Dekat pintu masuk Perpustakaan UPI
Perpustakaan UPI ini lahir pada tahun 1954 dan dibawah naungan Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) yang terletak di Hotel Hotmann Jalan Asia Afrika Bandung. Perpustakaan tersebut lalu dipindahkan ke PPI, Lembang dikarenakan suasananya kurang sesuai untuk kegiatan akademik akibat letaknya di hotel. Karena lokasinya terlalu jauh dengan Kampus Bumi Siliwangi (Sekarang UPI Bandung), maka perpustakaan tersebut dipindahkan ke Villa Isola (sekarang Rektorat UPI). Tahun 1963 dipindahkan lagi ke Gedung Baru II (Gedung Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra). Tahun 1969 dipindahkan lagi ke gedung Garnadi UPI. 
Semakin banyaknya mahasiswa dan jumlah jurusan maka diperlukan sumber informasi yang banyak serta lebih lengkap dengan ruangan yang lebih luas. Gedung barupun dibangun dan bertahan dari tahun 1979 hingga 1994. Tahun 1995 diresmikan Perpustakaan IKIP Bandung (UPI Bandung) yang sampai sekarang digunakan oleh mahasiswa untuk mencari informasi.
Di sana kalau bukan mahasiswa UPI harus lapor dulu ke administrasi perpustakaan untuk meminta Forum Pengguna Fasilitas Perpustakaan UPI. Kalau layanan yang diberikan kepada non-UPI adalah akses informasi, baca di tempat, dan fotokopi.
Sama seperti perpustakaan universitas pada umumnya, terdapat layanan referensi, jurnal, koran dan majalah, layanan Upiana, Indonesiana serta Antiquaria (koleksi yang ditulis oleh sivitas akademika UPi, koleksi tentang Indonesia dan Jawa Barat serta koleksi langka), dan layanan skripsi, tesis, disertasi.
Saya mendapati sesuatu yang lumayan berbeda, yaitu meminjam buku secara mandiri. Yaitu dengan meletakan buku dibawah mesin untuk meminjam buku dan keluar cetakan resi sebagai bukti transaksi peminjaman. Tentunya ini hanya diperbolehkan untuk mahasiswa UPI. Demikian juga saat mengembalikan buku, hanya meletakan dibawah mesin lalu cetak resi dan selesai. 
Di dalam ruangan koleksi kita tidak diperbolehkan untuk membawa makanan ataupun minuman, jika mau makan dan minum bisa dilakukan di kafetaria perpustakaan di lantai 1. Jika mau membawa barang ke dalam ruang koleksi, kita harus menggunakan tas transparan yang disediakan oleh perpustakaan UPI. 
Menurut saya, perpustakaan UPI adalah tempat yang sangat kondusif untuk belajar dikarenakan pencahayaannya tepat serta lokasi meja belajar yang dekat dengan rak koleksi membuat mahasiswa mudah untuk memperoleh informasi secara cepat. Lalu peraturannya juga bagus dengan tidak boleh membawa makanan dan minuman kedalam ruangan koleksi juga merupakan tindakan preservasi dan konservasi di sana. Sudah disediakan kafetaria dengan harga yang lumayan terjangkau untuk mahasiswa.
Jadi kalau kita ke Bandung (tepatnya Lembang) ayo kita main ke sini, Perpustakaan UPI untuk mencari ilmu saat liburan, dijamin enak dan nyaman deh di dalam sanaa hehehe :v.
Semoga bisa menambah relasi dengan pustakawan di sana. :)

Bersama bu Damayanti, M.Ikom, pustakawan di ruangan referensi





































Pada suatu hari di ruangan referensi.... :v



















Alamat Instansi
Perpustakaan UPI
Jalan Dr. Setiabudhi No. 229
Bandung 40154
Phone : 022-2019487
Fax : 022-2019487
Email : perpustakaan.upi@edu

Suatu hari di Perpustakaan Pusat Dokumentasi Ilmiah Indonesia - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII - LIPI)

"Perpusnya bagus, koleksi lengkap, pokoknya nyaman deh di sana hehe."

Mungkin sebagian orang (apalagi yang belajar Ilmu Perpustakaan hehe... :v) tahu suatu instansi yang bernama Pusat Dokumentasi Ilmiah Indonesia - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII - LIPI). Ya, lembaga yang terletak di Jalan Gatot Subroto (sederet dengan Museum Satria Mandala) ini adalah lemabga yang mendokumentasikan suatu majalah dan jurnal dengan layanan ISSN. Tak hanya itu, lembaga ini juga menyediakan perpustakaan yang terbuka untuk umum. Sebenarnya saya melakukan kunjungan ini sekitar 2 bulan yang lalu dan itu yang kedua kalinya, tetapi tak ada salahnya untuk menyebarkan informasi ini agar PDII-LIPI menjadi banyak pengunjungnya :v

Sekilas Mengenai Dokumentasi Ilmiah


PDII LIPI memberi kemudahan untuk akses informasi ilmiah melalui pendokumentasian ilmiah. Dokumentasi ilmiah merupakan suatu proses untuk mengabadikan suatu proses serta hasil dari kegiatan ilmiah. Dokumentasi ilmiah dilakukan dengan mengikuti perkembangan teknologi sekarang ini. Hal ini bisa dilakukan secara elektronik atau secara digital. Penyebaran informasi dilakukan oleh lembaga tersebut dengan produk penyaji informasi ilmiah yang dapat digunakan oleh masyarakat luas. Masyarakat kini bisa mencari informasi ilmiah yang dibutuhkan (menelusuri di perpustakaan). Menelusurinya adalah dengan cara menggunakan OPAC lalu pergi ke rak buku. Sebagian adalah koleksi tertutup yang jika sangat membutuhkan, haruslah di fotokopi informasinya. Hardcopy (Buku, dll) dikirim via surat ke PDII LIPI, sedangkan softcopy melalui email.

ISSN

Dalam mendokumentasikan suatu majalah atau jurnal PDII-LIPI difasilitasi dengan layanan ISSN ( International Standard Serial Number ) yang dibentuk oleh pusat dokumentasi  yang berada di Paris, Perancis, ISDS (Internasional Serial Data System) dan mulai digunaka  n di Indonesia pada tahun 1970. ISSN diberikan pada terbitan serial dari suatu majalah serta jurnal. Proses pemberian ISSN adalah dengan cara datang langsung ke LIPI atau di websitenya (http://issn.lipi.go.id/). Dengan adanya ISSN akan mempermudah pencirian suatu terbitan berkala serta mempermudah dalam sistem temu kembali informasi.

Perpustakaan

Ini dia topik utamanya yaitu perpustakaan LIPI. Menurut saya koleksi di sana lengkap karena sudah 2 kali saya ke sana lalu mencari informasi yang ingin saya peroleh dan informasi tersebut ada. Terdapat 3 lantai (3, 4, 5) di perpustakaan PDII LIPI. Lantai 3 untuk koleksi tertutup, referensi (seperti bibliografi) serta mengenai ilmu perpustakaan dan koleksi  LIPI. Di lantai 4 terdapat berbagai koleksi umum yang dapat dipinjam jika telah menjadi anggota LIPI. Koleksi untuk anak juga terdapat di lantai 4. Laporan penelitian, tesis, disertasi, dan majalah terdapat di lantai 5. Perpustakaan di LIPI menggunakan OPAC (Online Public Access Cataloging). Menurut Saya perpustakaan di LIPI terasanya nyaman karena di dalamnya tidak panas. Pencahayaan di dalam ruangan koleksi juga pas, tidak kurang tidak lebih. Karena itu Sayapun menjadi lebih fokus ketika membaca koleksi di sana. Ketika masuk ke dalam ruang koleksi, Saya diperintahkan oleh satpam untuk menitipkan jaket serta tas saya. Keamanan di sana cukup ketat. Saat itu saya mengenakan tas pinggang, tetapi tas pinggang tetap tidak boleh dibawa (sebagian perpustakaan masih membolehkan pengunjung mengenakan tas pinggang) dengan alasan keamanan. Jika kita melakukan kunjungan misalkan kunjungan rombogan kuliah, salah satu orang akan diberikan kartu tamu dan menandatangani surat bertemu dengan orang yang bersangkutan. Akhir-akhir ini PDII-LIPI juga berencana akan memasang CCTV di dalam ruangan koleksi.
Jadi ayo kita berkunjung ke perpustakaan PDII-LIPI dan mengakses informasi di sana! :) 
Bersama kepala PDII-LIPI, Ir. Sri Hartinah. M.Si.


























Salah satu tindakan Preservasi di PDII-LIPI




















































Tata tertib Perpustakaan LIPI