"Sejarah mengenai PKI serta SuPerSeMar merupakan sejarah yang paling membingungkan, apalagi PKI. Sampe sekarang PKI gak bisa dilupakan begitu saja. Dalam sejarah dinyatakan Pak Soeharto yang menumpas PKI tetapi justru pendapat lain bilang kalo Soehartolah yang berkhianat. Jadi makin bingung gue."
Saya membahas ini kebetulan, karena saya sedang bingung memikirkan konspirasi dibalik PKI. Terus terang saya bingung karena banyak pendapat saat itu dan untuk memberi kesimpulan mengenai peristiwa tearsebut juga susah. Dalam kala kekacauan ekonomi, enam jenderal diculik dan dibunuh oleh PKI dan TNI Angkatan Udara. Lalu MayJen Soeharto tampil sebagai orang yang disebut - sebut oleh sejarah, telah menumpaskan PKI. Itupun juga masih menjadi isu, karena sebagian orang berpendapat bahwa sebenarnya pak Harto adalah dalangnya. Perlu kita ketahui, sejarah G30s PKI (30 September 1965 - 1 Oktober 1965) tidak bisa dilupakan di benak masyarakat dengan mudah, karena masyarakat pula masih bingung sebenarnya dalang aslinya itu siapa.
Yang masih dipertanyakan lagi adalah mengenai SuPerSeMar atau Surat Perintah Sebelas Maret yaitu surat perintah yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia Soekarno pada tanggal 11 Maret 1966.
Surat ini berisi perintah yang menginstruksikan Soeharto, selaku Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk mengatasi situasi keamanan yang buruk pada saat itu.
Lalu peranyaannya adalah dimana hasil surat yang aslinya? Siapa pengetiknya? Apakah yang benar adalah versi dari TNI AD atau yang dikeluarkan oleh Soekarno? Semua ituu masih menjadi pertanyaan masyarakat sampai sekarang.

Monumen G30/S PKI
Sebelah kiri SuPerSeMar versi Angkatan Darat, sedangkan yang kanan versi Soekarno
Sedikit Infoo.....
Pada tahun 1960-an ketika Indonesia menerapkan sistem demokrasi terpimpin pemerintah mengarahkan pandangan politiknya ke negara-negara Blok Timur yang berhaluan komunis. Hal ini disebabkan pengaruh kekuatan PKI yang saat itu mendominasi politik Indonesia. Selain itu juga disebabkan negara-negara Barat terkesan enggan memberikan bantuan ekonomi dan persenjataan dalam rangka perbaikan ekonomi dan perjuangan membebaskan Irian Barat. Puncak kedekatan Indonesia dengan Blok Timur adalah pendirian Poros Jakarta-Hanoi-Pyong Yang-Phnom Penh, menjadikan Indonesia dicap negara berhaluan komunis oleh masyarakat Internasional. Kebijakan luar negeri pada waktu itu cenderung pada konfrontasi negara-negara Barat yang dianggap sebagai simbol kolonialisme dan imperialisme.
Peristiwa pemberontakan G30S / PKI yang diduga didalangi PKI tahun 1965 menjadi titik balik perubahan arah politik Indonesia. Peristiwa G30S / PKI ini diikuti oleh pergeseran kekuasaan Orde Lama ke Orde Baru, dari Soekarno ke Soeharto. Perubahan tampuk kekuasaan ini juga merubah halauan kebijakan luar negeri Indonesia. Komunis dinyatakan sebagai ajaran terlarang di Indonesia sehingga semua hubungan dengan negara-negara komunis diputuskan.
